oleh

Keinginan Wisnu untuk Dikhitan Akhirnya Dikabulkan Guru Ngaji, Ini Kisahnya

SATU ARAH – Seorang anak yatim yang merupakan warga RT 03/01 Desa Kedung Jaya Kecamatan Babelan bernama Wisnu (9 tahun) anak dari almarhum Solihan, yang masih duduk di bangku sekolah kelas 2 madrasah meminta dikhitankan kepada seorang guru ngaji bernama Ustadz H. Nasim Khoirul Anwar.

Permintaan untuk dikhitan tersebut, akhirnya dikabulkan Ustadz H. Nasim Khoirul Anwar kendati situasi saat ini masih pandemi Covid 19.

Ustadz H. Nasim Khoirul Anwar mengaku, dirinya merasa terpanggil dan prihatin serta terharu saat mendengar permintaan langsung dari seorang anak yatim dhuafa itu kepadanya.

“Pak ,tolong sunatin saya, karena emak saya belum punya duit,” pinta Wisnu sambil menangis dan meneteskan air matanya kepada Ustadz H. Nasim.

Dengan demikian, kata H. Nasim, dirinya merasa terpanggil dan ikhlas berupaya agar bisa membantu warga dhuafa dan fakir miskin, terutama anak-anak yatim untuk dapat menjalankan sebagian dari kewajiban agama, yakni berkhitan.

Khitan ini menurutnya, bukan perkara mudah karena memang butuh biaya dan tentu saja pengkondisian agar psikologi anak tetap terhibur, dan riang gembira.

Komentar