oleh

Mitigasi Dampak Perbaikan Pada Sistem CEISA untuk Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok

SATU ARAH – Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (Ka OP), Dr. Capt Wisnu Handoko M.Sc beserta Instansi Pemerintah dalam hal ini KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pelabuhan, PT. Pelindo II (Persero) dan pimpinan operator terminal kontainer dan non kontainer di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Konferensi Pers terkait gangguan pada sistem layanan kepabeanan untuk ekspor dan impor yang selama ini digunakan oleh KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Custom-Excise Information System and Automation (CEISA) di halaman Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Senin (19/7) lalu.

Seperti diketahui bersama, bahwa pada 8 Juli 2021 telah terjadi gangguan pada sistem elektronik layanan kepabeanan atau CEISA yang berdampak pada tidak lancarnya penerimaan dan pengeluaran barang dari Pelabuhan, terutama untuk muatan ekspor-impor yang diangkut melalui di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam konferesi pers tersebut, Kepala Otoritas Pelabuhan menyampaikan hasil koordinasi antara regulator dan operator terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok terkait antisipasi terhadap gangguan tersebut agar tidak berdampak pada kinerja layanan arus barang.

Turut hadir Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo II (Persero) dan Direktur perusahaan operator terminal serta Stakeholders lainnya.

“Berdasarkan laporan operator terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok pada evaluasi kondisi di setiap terminal menunjukkan bahwa pada hari ini rata-rata Yard Occupancy Ratio (YOR) untuk Impor masih di bawah 80 persen. Sedangkan untuk ekspor masih di bawah 60 persen, kondisi ini diperkirakan masih dapat menampung kapal-kapal Main Line Operator (MLO) yang akan datang sampai dengan akhir pekan ini, seiring dengan kembali normalnya layanan CEISA,” kata Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (Ka OP), Capt Wisnu Handoko, Selasa (20/7).

Seperti diketahui, dalam rangka mitigasi dampak melambatnya CEISA, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok pada 14 Juli 2021 lalu telah menerbitkan Surat Edaran nomor UM.006/13/19/OP.TPK-2021 tanggal 15 Juli 2021 tentang Antisipasi Dampak Perbaikan Aplikasi CEISA Di Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

“Dalam SE tersebut, disampaikan langkah-langkah atau upaya yang dihimbau untuk dilakukan oleh para operator terminal maupun para pengguna jasa,” ujarnya.

Komentar